inilah buku kedua dari ustadz Abu Umar Basyir yang bernuansa 'true story'. buku pertamanya yang berjudul "sandiwara langit" sudah begitu fenomenal. bahkan dari buku (sandiwara langit) ini, muncul beberapa group di facebook. seperti : SANDIWARA - LANGIT dan sandiwara langit. dan setelah sukses dengan buku (true story) pertamanya, kini sang ustadz kembali menghadirkan sebuah buku dengan tema yang senada.
kisahnya dimulai ketika seorang akhwat memiliki prinsip hidup yang tak lazim bagi keluarganya yang begitu modernis. ketika seorang akhwat memilih untuk berjilbab syar'i demi menjaga kehormatannya. hingga akhirnya sering terjadi diskusi antara sang akhwat dan ayahnya. diskusi - diskusi yang sering membuat suasana hangat rumah mewah itu. diskusi - diskusi yang lebih 'pas' dibilang perdebatan itu pasti berujung sama, yaitu sang ayah yang kehabisan materi dan logika melawan keliahaian sang akhwat.
hari demi hari, akhirnya sang akhwat lulus dari SMA. alhamdulillah, nilainya seperti nilai - nilai sebelumnya. selalu memuaskan dan pantas untuk dibanggakan. bayangan untuk kuliah semakin di depan mata sang akhwat. namun, apa yang terjadi justru berbeda. sang ayah hendak menjodohkannya dengan pria yang sudah mapan dan berpenghasilan. pria itu adalah rekanan bisnis ayahnya. memang, dari sisi agama dia nggak payah - payah amat (baca : cukup payah), namun gejolak timbul dari diri sang akhwat. selain masih ingin melanjutkan kuliah, sang akhwat juga merasa nggak sreg dengan pilihan ayahnya. namun, begitulah jika takdir telah bicara, mereka berdua menikah dengan cara ala kadarnya (ala kadarnya menurut sebagian besar pengusaha kaya!).
dengan suaminya, sang akhwat juga sama. menggenggam prinsip hidupnya yang tak mungkin tergadaikan oleh apapun juga. walaupun suaminya masih sholat, namun kepercayaan bersifat khurafat juga di jalaninya. itulah salah satu perbedaan prinsip yang sering membikin hangat rumah tangga mereka. hari dan bulan berganti seiring umur pernikahan mereka. demi Allah yang menggenggam setiap hati manusia. memberikan hidayah dan cahaya bagi yang dikehendaki-Nya. sang suami kini menjadi seorang yang agamis. tak lagi berkhurafat, tak lagi melakukan berbagai maksiat. perubahan ini menimbulkan gejolak cinta di hati pasutri ini. namun, sekali lagi, jika takdir sudah bicara, tak ada logika yang dapat di nalar lagi. mereka berdua dipisahkan oleh kematian sang suami. ya, baru saja mereka merasakan ketenangan dalam hidup, baru saja mereka mendapatkan ketentraman batin, namun Allah telah berkehendak yang lebih baik bagi semuanya, tentu saja.
sebelum suaminya meninggal, sang suami berpesan agar sang akhwat segera untuk menikah lagi, mengingat usianya memang masih muda. dan akhirnya sang akhwat memenuhi wasiat suaminya. ia menikah dengan seorang pemuda shalih yang memang sudah ia kenal sejak kecil, bahkan dialah pria yang pernah ia idolakan karena keshalihannya. setelah menikah mereka berdua pindah ke bumi indonesia paling barat, yaitu Aceh.
ada kejadian apakah di bumi rencong tersebut? apa yang mereka lakukan? bagaimana keadaan orang tua sang akhwat selanjutnya? ini baru setengah dari true story yang menarik untuk diceritakan. ini hanyalah sepenggal saja...
tidak bermaksud promosi, tapi silakan simak kisah selengkapnya melalui buku ustadz Abu Umar yang tak kalah fenomenal dari "sandiwara lagit" ini. silakan cari di toko buku kesayangan anda (bukan promosi, swer!) atau hubungi penerbit langsung. boleh juga pinjem sama 'bang ayee'. hehe...
2 komen mu:
afwan.. itu buku penerbitnya apa ya? ana lg nyari nih... jazakallah khoir
penerbit Shafa Media Publika, akh..
sama seperti sandiwala langit...
Poskan Komentar