Kamis, 22 Juli 2010

"Selimut Mimpi", ku bawa ilmu dari negeri wahyu....

Judul : Selimut Mimpi
Penulis : Abu Umar Basyier
Penerbit : Shofa Media Publika
Tebal Buku : ix + 215
-------------------------------------------------------------
-------------------
--
                                            
Bismilallah...

Alhamdulillah, setelah mencari buku “Selimut Mimpi” yang ternyata tak terlalu sulit mencarinya, dan kini sudah purna membaca buku tersebut. Dari Boyolali ke Solo hanya untuk membeli buku itu. Memang bukan perjuangan yang sangat melelahkan sih. Karena saya tahu. Pasti di boyolali juga belum ada buku itu. Emang buku baru sih, terbitan pertamanya baru Bulan Juli 2010. Bingung juga mau cari kemana? Soalnya toko buku Islam yang besar, yang lokasinya di Cemani, saya tak ingat lewat jalan yang mana. Sedangkan kalo di toko buku umum, belum tentu ada secepat itu. Akhirnya saya sms saja penerbitnya -Shofa- langsung, dan haha,, ternyata ada di toko buku belakang kampus saja. Padahal saat itu saya sudah pulang dari kampus dan sedang di toko buku yang posisinya di kota barat. Ternyata memang ada di toko buku Sarana Hidayah. Walaupun mungkin sebutan 'toko buku' kurang tepat, karena kalo toko itu identik dengan ruangan yang besar, tak seperti di Sarana Hidayah. Cukup dengan tempat yang minimalis, khas lahan – lahan usaha lain di sekitar kampus. Ukuran mungil, kebersihan terjaga -dari benda2 yang tak diinginkan-, tempat parkir yang cukup -setidaknya untuk beberapa motor saja- dan sangat harmonis tampaknya dengan kios usaha lain yang dibuktikan dengan kedekatan satu kios dengan kios lainnya. Subhanallah sekali. Jadi, kembali lagi, rasanya memang 'toko buku' lebih bagus jika diganti kios buku, atau mungkin warung buku, atau bisa juga angkringan buku? Hehe. Tapi walau gimanapun juga, disana banyak buku yang berkualitas dengan harga diskon yang menarik. Memang, selain tata ruang yang eksotik, banyak buku yang berkualitas, mulai dari buku fikih, aqidah, berbagai kitab rujukan dan juga mushaf Al Qur'an. Begitulah. Jadi terimakasih buat akh insan yang menunjukkan jalan ke toko buku sarana hidayah. Tapi ini kok malah ngobrol toko bukunya? Bukan bukunya?? hehe...

perbandingan tiga buku
sebelum melihat isi buku itu sendiri, kita lihat dulu perbandingannya dari dua buku Ust. Abu Umar sebelumnya. Yaitu “Sandiwara Langit” dan “Kemuning Senja di Beranda Mekah”. Ya, setelah sukses dengan dua buku tersebut -dan buku2 yang lain juga tentunya- ustadz menulis lagi kisah menakjubkan dari sepenggal episode kehidupan anak manusia. Kalo kita lihat ketiga buku tersebut, tampaknya memang ada persamaannya. Ketiganya bercerita tentang potongan jalan hidup tokohnya dalam mempertahankan aqidahnya. Dan tentu saja ada dua hal yang paling sensitif dalam perjalanan tiap manusia, yaitu pernikahan dan kematian. Begitulah... jadi memang hampir mirip. Cuma bedanya, dua buku seniornya lebih mengedepankan penemuan cinta sejati -karena Allah-, dan buku ini lebih mengedepankan seorang wanita yang teguh dalam menggenggam aqidah yang haq. Perbedaan yang lain adalah sudut pandang penulisnya menggunakan sudut pandang pertama sebagai pelaku utama.

“Selimut mimpi”, dari negeri wahyu membawa ilmu
Dikisahkan seorang gadis yang berusia 24 tahun. Gadis yang bernama Latifah berasal dari Lampung. Kali ini ia sedang berada di bandara hendak ke Arab Saudi. Bukan untuk ibadah haji, atau keperluan lainnya. Dia adalah salah satu dari sekian banyak calon TKW yang siap akan berangkat ke Negri Arab. Memang tampaknya berbagai bayangan negatif tentang TKW sering membuatnya was - was. Dari penyiksaan, pelecehan, hingga pembunuhan memang selalu muncul di berbagai media. Namun tampaknya itu tidak terlihat nyata dalam kehidupannya. Walau bagaimanapun, dia menyaksikan sendiri banyak TKW yang pulang ke kampungnya dengan banyak uang dan membuka usaha sendiri. Dengan iming - iming 800 riyal (sekitar 2 juta rupiah) sebulan, tampaknya gadis seperti Latifah juga tergiur olehnya.
Berbekal kemampuan bahasa arab ala kadarnya, kini sampai juga dia di rumah seorang yang kaya. Syaikh Sulaiman bin Abdullah bin Aburrahman At Tuwaijiri. Bayangan yang dulu bahwa majikan kejam, suka menyiksa dan sebagainya pupus sudah di sini. Ternyata Syaikh Sulaiman, istri dan seorang putrinya tak seburuk yang ia banyangkan. Majikannya sangat ramah, bahkan istri sering membantunya di dapur. Walaupun pekerjaannya sangat banyak dan melelahkan, ia jalani dengan senang hati. Suatu saat ada tamu istimewa yang datang berkunjung ke rumah majikannya. Tak lain tak bukan adalah Syaikh Hasan At Tuwaijiri, yang juga adik kandung dari Syaikh Sulaiman. Syaikh Hasan yang jauh lebih kaya dari kakaknya. Saat itu memang sedang membutuhkan pembantu, sebab sudah 6 bulan rumah besar Syaikh Hasan tak ada pembantu. Untuk itu, Syaikh Hasan berniat 'meminjam' Latifah selama 2 bulan saja.
Sebagai pembantu, tentu ia harus patuh pada majikannya, yang memang Syaikh Sulaiman lah yang menyampaikan hal tersebut ke Latifah. Di rumah Syaikh Hasan yang begitu besar ditinggali oleh Syaikh Hasan, istrinya, 3 putra dan 2 putri mereka, dan tak ketinggalan pembanntu dan sopir pribadi yang juga tinggal di situ. Walaupun Syaikh Sulaiman dan Syaikh Hasan adalah saudara, tapi keduanya memiliki sifat yang agak berbeda. Jika Syaikh Sulaiman lebih sedikit bicara, maka adiknya justru lebih los dalam berkata – kata. Tampaknya keluarga mereka juga berbeda. Keluarga Syaikh Sulaiman yang lebih adem ayem, ramah tamah, tak begitu dengan keluarga Syaikh Hasan. Apalagi anak – anaknya yang selalu ketus terhadapnya. Di sinilah banyak terjadi hal – hal yang membikin Latifah kesal dan juga merinding melihat kenyataan bahwa ternyata banyak 'hal janggal' yang terjadi di rumah ini. Apa saja itu?? ya silakan baca sendiri bukunya. Hehe,, Tapi di sini juga, pada hari Kamis malam, atas ajakan temannya, Latifah menghadiri sebuah kajian di Al Jaaliyyaat, semacam Islamic Center yang ada di kotanya. Kajian diisi oleh seorang ustadz dari Indonesia. Di sana sang ustadz berceramah tentang tauhid -persis dengan dakwah pertama Rasulullah- yang mampu mengubah 'hidupnya'.
Setelah beberapa bulan di rumah Syaikh Hasan, akhirnya beliau memutuskan untuk memulangkan Latifah ke majikan yang sebenarnya, yaitu Syaikh Sulaiman. Dua hari setelah kepulangannya, ada hal menarik yang ditawarkan oleh majikannya. Apa itu? Insyaallah ada ceritanya di buku. he... kehangatanLatifah di rumah ini semakin serasa saja, bahkan saat musim haji tiba, majikannya mengijinkan untuk melaksanakan rukun Islam yang kelima itu. Subhanallah sekali....
Dua tahun kontrak di Arab Saudi telah dijalaninya. Kini Latifah siap untuk pulang kampung ke Lampung. Dengan membawa sejumlah uang hasil bekerja, dia pulang ke kampung halamannya. Di sana dia disambut oleh keluarga besarnya, ada paman – pamannya, sepupu – sepupunya, dan tentu saja ibu dan ketiga adiknya. Dalam pesta penyambutan itu, ada sedikit percikan api yang menyulut dan membuat hangat suasana. Apa yang terjadi? Silakan dibaca bukunya..... tapi sesungguhnya disinilah cerita ini dimulai, banyak lika – liku kehidupan yang bakal dialami oleh Latifah. Dari kisah dramatis kematian ibunya, kisah romantis bertemu pendamping hidupnya dengan segala goncangan dan terpaan masalah didalamnya, dan kisah – kisah yang menegangkan bersama dengan pamannya. Semua terangkum dalam buku sederhana ini. Dan, seperti tadi saya katakan, bahwa kepulangan Latifah ke tanah air sesungguhnya adalah awal dari cerita yang sebenarnya, maka resensi ini justru saya akhiri. Hehehe....
yang jelas ceritanya mengalun sederhana tanpa kata – kata kiasan yang berlebih, khas novel – novel picisan. Di dalamnya juga termuat pelajaran – pelajaran penting buat kita. Dari pelajaran tauhid sampai hukum rokok pun ada. Belum lagi ibrah yang bisa kita ambil dari sepenggal kisah anak manusia. Seperti buku tauhid dan fikih yang terangkum dalam sebuah kisah nyata. Subhanallah.... Membaca buku agamapun tak perlu mengkerutkan dahi. Alhamdulillah....

Senin, 12 Juli 2010

dukun binatang di piala dunia

akhirnya gegap gempita piala dunia 2010 usai sudah. setelah melewati pertarungan yang panjang, sengit lagi melelahkan, akhirnya negeri matador berhasil membungkam belanda. skor tipis 1 - 0 cukup untuk memboyong trophy supremasi sepak bola dunia. baiklah, memang kita harus akui bahwa spanyol memang kuat dan layak mendapatkan gelar itu. ada hal - hal menarik dari pergelaran 4 tahunan ini. salah satu diantaranya adalah kehebohan si PAUL GURITA. betapa tidak? si Paul yang konon bisa memprediksi hasil piala dunia dengan tepat dan akurat melebihi pengamat bola kenamaan sekaligus. ini adalah salah satu video aksi si Paul saat 'meramalkan' pemenang laga final piala dunia 2010 antara belanda vs spanyol.
video

sebenarnya masih banyak lagi selain paul, dukun - dukun dari bangsa hewan ini. ada kucing, anjing, musang, unta, kura - kura dan masih banyak lagi lah pokoknya. nggak percaya? lihat di youtube.
di sini saya bakal ngasih gambarnya aja ya.... soalnya kalo upload video semua, lamaaaaaa......!!! he












anjing memprediksi dengan makanan berbentuk tulang, dan hasilnya Belanda.











kucing memprediksi dan hasilnya Belanda juga












kura - kura memprediksi, spanyol yang menang










kucing lagi memprediksi dan spanyol hasilnya.

dan masih banyak lagi. oya, semua video di atas diambil dari youtube.
oke, setelah kita sadari betapa banyaknya hewan yang dijadikan tukang ramal dadakan untuk meramaikan ajang olah raga bergengsi ini, membuat kita manusia waras turut prihatin. betapa tidak? bermain tebak - tebakan macam itu tadi -apalagi objeknya adalah hewan- sudah banrang tentu membungkam nilai - nilai rasional kita -dan tentu saja mengobrak abrik aqidah kita-. lihatlah, dari sekian banyak hewan yang dijadikan dukun itu, tak banyak dari mereka yang bisa menebak dengan benar. dan kalaupun kebetulan benar, apakah anda percaya?? wow?! unik sekali jika anda mempercayainya. kenapa? kita tahu bahwa binatang - binatang itu tak punya akal, sedangkan anda punya. anda lebih mempercayai sesuatu tak berakal daripada diri anda sendiri?? WOOW! Luar Biasa! bahkan pilihan hewan - hewan tadi dijadikan acuan untuk memenagkan taruhan. hmmm

entahlah.... saya rasa kalau logika anda masih jalan, anda tinggalkan itu semua. ya, begitulah... memang kita suka dengan hal - hal yang berbau aneh. sesuatu yang aneh dianggapnya memiliki sesuatu yang tidak kita miliki. semacam hal - hal gaib atau apapun itu. anda mungkin bilang bahwa memang prediksi dari mereka ada yang benar, bahkan si Paul katanya memiliki akurasi tinggi dalam meramal siapa yang menang. anda yakin dengan itu? sebuah analisa simpel dari pakar telematika negreri ini. 'kenapa bendera yang dipilih si paul selalu yang kanan?' 'apa benar kedua kotak berisi makanan yang sama?' dan masih banyak lagi pertanyaan2 sederhana lainnya.
jadi, anda masih percaya??

Senin, 05 Juli 2010

‘TIDAK’ : kata yang sulit ku ucapkan

bismillah, rasanya memang sudah agak lama saya tidak masuk dashboard blog ini. maklum, namanya mahasiswa, ngenetnya cuma kalo kuliah. kan ada free hotspot gitu... haha. sekarang pun sebenarnya libur, cuman sebagai 'calon mawapres' (: impian tanpa jalan, haha), saya sempet2in buat ziarah ke kampus. sepi sih, namanya juga liburan. iki malah ngomong opo to??! gini lah, berhubung masih ingin ngexsist di blog, setelah download freeware yang saya cari, saya mau share buat kawan - kawan. ini saya juga cuma kopas dari majalah kesukaan saya MAJALAH ELFATA di edisi 06 volume 10. kenapa saya kopas artikel itu? bukan bikin sendiri aja? alasannya :

1. ada kemiripan peristiwa yang terjadi dalam kehidupan saya
2. ada juga kemiripan dengan lingkungan kampus saya
3. mungkin kita bisa ambil ibrah dari artikel ini, sarat manfaat insyaallah...
4. gak ada ide buat nulis sendiri, wahaha. ini alasan yang paling kuat!

baiklah tak usah memperpanjang bacaan ini dia artikel di salah satu rubrik di ELFATA eds 06 vol 10:

" Terkadang ada orang yang bilang kalau hidup itu tak adil. Terkadang aku rasakan demikian juga. Namun Alhamdulillah, prasangka yang demikian itu dengan mudah aku tepiskan. Di kampus, sebagai seorang mahasiswa yang biasa – biasa saja. Menjalani kuliah, membuat tugas, diskusi kelompok, presentasi dan ulangan. Untuk yang terakhir inilah (:ulangan) aku ‘terkadang’ merasa tak begitu nyaman. Aku yang belajar begitu keras (setidaknya itu menurutku) tak bisa membuahkan nilai yang maksimal. Di sisi lain, mereka yang malamnya malah begadang tak karuan, bisa dapat nilai yang bisa mereka banggakan. Ya, mungkin mereka bangga dengan nilai itu, tapi buatku, aku merasa malu bahkan hanya mendengar saja. Bukannya iri terhadap kesenangan yang diberikan ke orang lain, namun mereka mendapatkan kesenangan itu dengan cara – cara yang tidak halal. Nyontek.

Berawal dari sinilah, tiap ada waktu untuk belajar, aku gunakan waktu itu untuk belajar. Walaupun itu terasa aneh pada awalnya. Aneh, ketika besok tak ada ulangan tapi sekarang aku belajar. Itu kata – kata yang berasal dari temanku yang selalu mengajak begadang yang tak jelas. Dengan segera aku berusaha pudarkan kata – kata itu dari kepalaku, walaupun sulit memang. Bagaimana tidak, ketika teman – temanku ngumpul bareng disana, di sisi lain aku sibuk dengan laptop dan buku. Mereka bilang aku tak setia kawan. Mereka bilang kan besok hari yang nyantai,. Mereka bilang buat apa belajar nanti ujung – ujungnya dapat nilai pas – pasan juga?! Aku luluh oleh kata – kata itu. Aku merasa tak senang jika dikatakan tak setia kawan. Akhirnya niatku untuk belajar mulai sirna atas nama ‘pertemanan’ yang sebenarnya tak kuinginkan.

Ulangan datang lagi. Kali ini teman – temanku mau belajar. Belajar secara berkelompok. Kami belajar dari satu hal ke hal yang lain. Kita baru belajar hampir setengah bagian (banhakan tak sampai itu). Temanku mengeluh. “Kok sulit?” . Yang lain bilang. “Ah ini udah cukup”. Lalu ditambah yang lain. “yang penting besok kamu dekat sama aku”. Berkata lagi. “belajar tu dibikin enjoy, jangan serius - serius”. Bilang lagi. “sekarang belajar, besok ujung – ujungnya nyontek juga.”. Kata – kata bodoh dari mereka membuat panas kupingku. “kalo gitu maen kartu aja yuk”. Yang lain mengiyakan. Sebagian berkata kepadaku. “kamu belajar aja, tapi besok aku ajari ya”. Besoknya di kelas saat ulangan. Seperti biasa aku dicarikan tempat duduk yang dekat dengan mereka. Entahlah, kenapa mereka memilihku untuk dekat dengan mereka. Mereka pikir aku ini seorang yang cerdas dan jenius. Paling tidak itu yang kutangkap dari perlakuan itu. Sebenarnya aku tak demikian. Aku mahasiswa yang tak sempurna menangkap materi dari dosen. Kenapa mereka tak memilih orang lain yang lebih pintar dariku? Mungkin karena aku tak bisa menolak permintaan mereka. Aku tak kuasa menolak permohonan mereka saat butuh bantuan. Dan sekali lagi hasil ulangan tak memuaskan. Baik punyaku, juga sebagian dari mereka. Tapi ketika ulangan itu datang lagi hal yang sama bakal terjadi juga.

Bukannya aku tak mencoba untuk keluar dari kemaksiatan ini. Yaitu tolong menolong dalam kejelekan (member i contekan). Aku sudah berusaha. Misalnya datang agak telat. Sebenarnya nggak telat, hanya saja kalau ada ulangan sudah jadi kebiasan berebut masuk kelas untuk menempati posisi yang ‘nyaman’. Ini kulakukan agar tempat dudukku jauh dari mereka. Sehingga ada alasan kuat untuk tak ‘membantu’ mereka. Namun ketika ulangan usai. Temanku bilang. “ngapain duduk kamu jauh – jauh seperti tadi”. Aku terdesak. “teman kok kayak gitu”. Sekali lagi aku terdesak. “ulanganku kacau gara – gara kamu”. Kalau sudah seperti ini aku mau bilang apa?

Aku belum sanggup untuk bilang ‘tidak’. Kenapa kata itu sulit sekali keluar dari lidahku? Aku tahu itu tak benar. Aku tahu aku tak suka. Aku tahu itu dosa. Tapi kenapa hanya aku (dan Allah) yang tahu? Kenapa mereka tak mau mengerti? Kita hidup bukan hanya kuliah saja. Kita kuliah bukan hanya IP = 4 saja. Semua ada pertanggung – jawabannya. Kenapa kalian tak sadar juga? Kenapa kalian masih kekanak – kanakan untuk selalu jadi parasit buat orang lain? Tak mengakui kekukangan diri sendiri dan berusaha memperbaiki. Justru menyalahkan orang lain ketika cobaan datang. Bukankah kalian mahasiswa yang dibangga – banggakan itu? Mahasiswa yang lantang suaranya? Mahasiswa yang dielu – elukan sebagai generasi penerus bangsa. Tapi kenapa kalian seperti anak TK yang takut nilai jelek? Aku tak ingin nilai kalian (dan nilaku tentu saja) jelek. Tapi janganlah hanya ingin nilai bagus, lalu menghalalkan yang haram. Mungkin kalian bilang aku ini terlalu idealis. Janganlah bilang aku ini seperti itu kalau kalian tak punya prinsip hidup yang bisa kalian pegang. Buatku prinsip itu harus dijaga dan dipertahankan. Aku berdo’a agar Allah senantiasa memberi kemudahan buat kita.

Dan kini saatnya menempuh perjalanan yang baru. Setelah libur semester yang panjang ini aku yakinkan pada diriku sendiri untuk belajar berkata ‘tidak’. Saat mereka mengajak begadang, aku akan bilang “tidak”. Saat mereka bilang. “besok ulangan dekat sama aku, ya”. Aku berusaha bilang “tidak”. Atau kalau aku tak sanggup dengan itu semua, aku mencoba untuk menghindar dari mereka. Tapi aku masih sangat takut jika mereka bilang tak setia kawan. Lalu berkata “mau hidup sendiri, ya”. Kalimat yang lain “kalau kamu kesusahan siapa yang bakal menolong”. Ngomong lagi “teman kok kayak gitu”. Ah, itu semua hanya suara – suara yang begitu saja akan berlalu sesuai angin yang membawanya. Bukankah jauh dari orang – orang seperti itu yang aku inginkan? Paling tidak itu kalimat yang membuat senyumku berkembang lagi. Masa bodoh dengan sesembahan lain yang beratas-namakan ‘pertemanan’ itu. Itu bukan pertemanan. Tapi persekutuan untuk bermaksiat. Karena ku yakinkan bahwa itu merugikanku. Di dunia dan akhirat. Semoga Allah memudahkanku atas ini semua."



majalah elfata edisi 06 volume 10

Minggu, 16 Mei 2010

pemrograman C : rekursi

program ini adalah program sederhana menggunakan rekursi. dengan rekursi program memungkinkan memanggil dirinya sendiri. contoh kali ini adalah mencari letak index suatu bilangan dalam array. misal :

bilangan : 2, 5 ,7, 9, 12
bilangan yg dicari : 5
ditemukan di index ke : 2

prgram semacam itu bisa didownload di sini

program kedua adlah menentukan bilangan prima. apakah suatu bilangan yang dimasukkan prima ataukah bukan.

program mengecek bilangan prima bisa diunduh di sini

oya, ada satu hal yang beda dengan program - program sebelumnya. karena program yang kali ini sya menggunakan Geany sebagai compilernya. jadi kalo anda menggunakan compiler Dev C++ atau yang semisal, jangan lupa kasih include dan getch untuk memunculkan layarnya.

tentu saja kedua program diatas belum tentu program paling efisien, oleh karena itu program diatas hanyalah untuk referensi saja. bukan untuk yang lain!

Kamis, 15 April 2010

pemrograman C : "stack"

stack adalah salah satu struktur data yang menggunakan sistem LIFO (last in first out). cara kerjanya seperti tumpukan. misalnya buku disusun, dari bawah ke atas. maka, buku yang bakal diambil duluan adalah buku yang paling atas. begitu pula dengan Stack.

dalam Stack, data dimasukkan dengan perintah PUSH, dan di ambil dengan perintah POP. contoh program program yang sederhana adalah : membalikkan huruf dari belakang ke depan dari sebuah kata, contoh: dimasukkan kata KUDA, dalam stack mungkin bisa digambarkan sbb:
A --> dimasukkan keempat
D --> dimasukkan ketiga
U --> dimasukkan kedua
K --> dimasukkan pertama

maka, akan diambil pertama kali adalah huruf A, lalu D , U dan K, maka hasilnya adalah ADUK.

source kodenya bisa klik disini


untuk contoh aplikasi yang lainnya yaitu : mengecek suatu kata apakah palindrom atau bukan dan program untuk mengubah(konversi) bilangan bulat ke biner dapat diunduh sendiri karena terlanlu panjang.

disini untuk cek palindom dan disini untuk konversi desimal - biner

atau disini untuk lengkapnya



semoga membantu dan menjadi referensi anda. selamat mencoba (: good trying )